Industry Roundtable

Zoom 21 April 2020 – Telkominfra turut berpartisipasi dengan ikut mendukung kegiatan yang telah diselenggarakan oleh MarkPlus INC dengan tema Layanan Telekomunikasi yang berjudul “Surviving The Covid-10 Preparing The Post”, dengan pembicara utama yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika yaitu Bapak Johny G. Plate yang menghimbau kerja sama bagi seluruh pelaku Telekomunikasi untuk senantiasa bekerja sama guna memberikan layanan terbaik terlebih dalam situasi WFH (Work From Home) selama masa Pandemic Covid-19. Serta pembicara lainnya yang merupakan para praktisi dan senior dibidang Telekomunikasi, seperti: Mantan Menteri Pariwisata dan juga Mantan CEO Telkom Group Bapak Arief Yahya, CEO Telkom Group Bapak Ririek Adriansyah, CEO Consumer Business Telkom Ibu Siti Choiriana, Chief Enterprise XL Axianta, dan Chief Business Officer Indosat Ooredoo yang turut berbagi informasi mengenai tantangan dan cara agar senantiasa meningkatkan layanan yang dibutuhkan para pelanggan untuk mendukung gerakan WFH selama masa PSBB. Serta para perwakilan Asosiasi yang berkecimpung dalam industry Telkomunikasi turut hadir seperti: APJI, APJATEL, dan MASTEL juga turut menyampaikan informasi yang kini tengah menjadi fokus para pelaku Telekomunikasi dan harapan para pelanggan selama masa pandemi.

Kegiatan Webinar Industry Roundtable dengan topik Layanan Telekomunikasi dibuka oleh Bpk Hermawan Kertajaya selaku founder MarkPlus INC. Pada sesi industry roundtable tentang Layanan Telekomunikasi minggu ini turut dihadiri juga oleh 452 peserta yang berasal dari seluru pelaku dibidang Telekomunikasi seperti: Telco Operator, Internet Provider, Telco Infrastructure, dll, yang merupakan partisipan terbanyak selama sesi Industry Roundtable Webinar dalam tiga minggu terakhir.

Bentuk dukungan Telkominfra ditunjukan dari setiap logo Telkominfra yang tertuang dalam TVC dan Media Kit acara dikeluarkan oleh MarkPlus selama acara. Atas hal tersebut Telkominfra turut berkomitmen untuk senantiasa memberikan layanan terbaik selama masa Pandemic Covid-19 ataupun setelah masa pandemic ini berlalu.