TELKOMINFRA TERANGI PAPUA

TELKOMINFRA turut andil dalam Project PLTS (Pembangunan Listrik Tenaga Surya) di Papua untuk PLN, proyek strategis ini didanai oleh APBN dan dipantau langsung oleh KSP (Kantor Sekertariat Presiden). Project pembangunan PLTS Papua berada pada dua zona yaitu Zona Timika dan Zona Jayapura, ketika mendengar Papua sudah langsung terbayang bahwa medan area yang dijumpai merupakan remote area. Kesulitan sangat dirasakan ketika tim tidak bisa melaporkan progress dan monitoring pekerjaan setiap saat, karena tidak ada sinyal komunikasi sehingga progress baru dapat diketahui setelah tim kembali ke kota Timika ataupun Jayapura.

Area PLTS di Papua memiliki dua tipe yaitu area Pegunungan dan area Pesisir. Lokasi di area pegunungan akan membutuhkan moda transportasi jenis double gardan, sementara untuk lokasi area pesisir sungai (pantai) akan membutuhkan moda transportasi kapal (perahu) dimana semua material sipil seperti pasir dan kerikil dimasukkan terlebih dahulu kedalam karung  kemudian dipikul secara manual dengan tenaga manusia dari tangkahan kapal sampai ke site dengan jarak sekitar 1-3km.

Seperti akses ke site kampung Ipiri Distrik Amar Kab Mimika, dapat digambarkan kita harus melalui perjalanan darat menggunakan mobil selama 90 menit dari Kota Timika ke pelabuhan Pomako. Kemudian dari pelabuhan Pomako tim akan menggunakan perahu melalui jalur laut atau sungai ke lokasi kampung Ipiri dengan lama perjalanan sekitar 4 jam dengan cuaca yang tidak menentu ditambah pasang surut air laut yang harus dilalui tim Telkominfra untuk dapat menjangkau satu area.

Setiap pekerja PLTS yang akan ke lokasi harus mempersiapkan bahan makanan yang dibawa dari kota ke lokasi, minimal cukup untuk satu bulan atau lebih makanan yang dibutuhkan seperti beras dan mie instan guna mengantisipasi apabila di lokasi tidak ada bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh pekerja. Belum lagi apabila ada pekerja yang akan kembali ke kota kerap terkendala oleh transportasi yang tidak selalu ada, tak ayal harus menyewa perahu penduduk setempat dengan biaya yang cukup mahal. Tidak hanya sampai disitu kebutuhan mendapatkan air bersih khususnya di area pesisir juga menjadi momok, karena air yang dimiliki berasal dari air tampungan hujan sehingga potensi terjangkit Malaria menghantui para pekerja di lokasi ditambah dengan sulitnya akses kesehatan apabila ada pekerja yang terjangkit Malaria.

Di tengah kesulitan yang dihadapi oleh tim Telkominfra di lapangan, kami melihat harapan dan penantian dalam suka cita warga desa Timika dan Jayapura atas hasil dari pembangunan PLTS di desa mereka. Seperti yang disampaikan oleh salah satu penduduk yang turut aktif membantu kami, ia mengatakan bahwa “masyarakat kampung Ipiri sangat bergembira atas program listrik yang sudah masuk ke kampung kami, mengingat selama ini kami belum pernah merasakan listrik hadir di tengah-tengah kehidupan kami” ungkap Bapak Levenus Maturani dari Kampung Ipiri Distrik Amar. Walaupun saat ini masih dalam proses administrasi dengan PLN untuk pemasangan jaringan listrik di tiap-tiap rumah penduduk.  Antusiasme warga dalam proses penantian Papua Terang seakan menambah semangat dan energi bagi seluruh tim Telkominfra yang terlibat untuk memberikan kinerja dan hasil terbaik.

Atas segala upaya dan kerjasama tim Telkominfra serta pihak yang terlibat, sejauh ini project PLTS untuk 3 Desa sudah menyala, 7 Desa dalam proses pembangunan dan 35 Desa dalam proses persiapan tim dan material.  Telkominfra menargetkan pada Desember 2021 listrik di 45 Desa Papua sudah menyala sehingga Papua Terang bisa menerangi penduduk di Timika dan Jayapura.

 

Indonesia menuju PAPUA semakin TERANG….